Bimtek Pengendalian OPT Perkuat Produktivitas Padi dan SPB di Kota Kediri
Dalam rangka mendukung percepatan Program Nasional Swasembada Pangan Berkelanjutan (SPB), Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Pemanis dan Serat (BRMP TAS) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri melaksanakan koordinasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di Kota Kediri.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota tersebut diikuti sebanyak 80 peserta yang terdiri atas kelompok tani, perangkat wilayah, perwakilan DKPP Kota Kediri, petugas lapang, serta Tim Swasembada Pangan Berkelanjutan BRMP TAS.
Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama petugas lapang dan Koordinator Tim Kerja (Katimker) Penyuluhan Kota Kediri, Badrun Najad, S.P., Kordinator POPT wilayah kediri Slamet Widodo, S.P serta Tim SPB BRMP TAS. Koordinasi tersebut membahas perkembangan dan strategi pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT), sekaligus penguatan penerapan teknologi Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kota Kediri.
Pada tahun 2026, Kota Kediri memiliki target LTT sebesar 1.382 hektare. Sejalan dengan target tersebut, penerapan teknologi PM-AAS juga diarahkan untuk dapat diterapkan di setiap kelurahan di Kota Kediri. Penerapan teknologi pertanian modern tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani, sekaligus memperkuat percepatan produksi pangan di daerah.
Selain peningkatan luas tanam dan penerapan teknologi, pengendalian OPT menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga produktivitas tanaman padi. Serangan hama dan penyakit tanaman berpotensi menurunkan hasil produksi apabila tidak dilakukan pengendalian secara tepat dan sejak dini.
Dalam sesi Bimtek, narasumber Moch. Karim, S.P. menyampaikan materi mengenai Pengendalian Hama Terpadu (PHT), pengendalian Wereng Batang Cokelat (WBC), serta pengendalian tikus. Materi yang diberikan mencakup identifikasi dini serangan hama dan penyakit, penerapan prinsip PHT, pemantauan kondisi pertanaman secara berkala, serta penggunaan pestisida secara bijaksana sesuai dosis dan rekomendasi.
Melalui materi dan diskusi yang diberikan, petani diharapkan semakin mampu mengenali potensi serangan OPT sejak dini dan mengambil langkah pengendalian yang tepat, efektif, efisien, serta tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
Pengendalian OPT yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas produksi tanaman pangan. Upaya tersebut juga mendukung penerapan PM-AAS yang mengedepankan efisiensi, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan produktivitas dalam sistem usaha tani.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, petugas lapang, dan kelompok tani menjadi kunci dalam memperkuat pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian di tingkat lapangan. Melalui koordinasi, pendampingan, dan peningkatan kapasitas petani secara berkelanjutan, berbagai tantangan produksi diharapkan dapat diantisipasi sehingga target peningkatan produksi pangan dapat tercapai.